Boruto : Naruto Next Generation Episode 42


Boruto: Naruto Next Generations juga dikenal hanya sebagai Boruto, manga seri jepang yang ditulis oleh Ukyō Kodachi dan diilustrasikan oleh Mikio Ikemoto. Di serialkan di Shueisha's shonen manga majalah Weekly Shonen Jump, Boruto adalah spin-off dan sekuel untuk Masashi Kishimoto's Naruto, dan mengikuti eksploitasi anak  Naruto Uzumaki bernama Boruto Uzumaki dan tim ninja. Sebuah anime serial televisi adaptasi yang disutradarai oleh Noriyuki Abe mulai ditayangkan pada TV Tokyo pada tanggal 5 April 2017. Berbeda dengan manga yang dimulai sebagai sebuah menceritakan kembali film Boruto: Naruto the Movie, Boruto anime bertindak seperti sebuah prekuel, sebelum Boruto dan teman-temannya menjadi ninja di kemudian arc. Versi anime tayang pertama kali pada musim semi 2017. Serial Boruto sekarang sudah sampai pada episode ke 42 yang bercerita tentang misi Boruto dimana boruto harus membujuk seseorang yang mau meledakkan dirinya di dalam bank, Apakah Boruto akan berhasil membujuknya? Simak kisah nya berikut ini




Jangan lupa saksikan terus serial Boruto, Serial Boruto dirilis setiap hari Rabu Jam 18.30 WIB di www.samehadaku.net jangan sampai kelewatan ya!!

Share:

Sepuluh Materi Kuliah Probis CEB

Bank & LKBB

1. Pengertian Bank 

Kata bank berasal dari bahasa Italia,
banca
yang berarti meja. Menurut UU Nomor 10Tahun 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud bank adalah badan usaha yang menghimpundana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepadamasyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkantaraf hidup rakyat banyak.Beberapa pengertian bank yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.a. Macleod, tugas bank adalah menciptakan kredit, sedangkan bankir adalah pengusaha yang membeli uang dan peminjam dengan cara menciptakan pinjaman lainnya. b. R.G. Hawtery, pengusaha bank adalah pedagang yang mengadakan transaksi kredit,yang berupa penerimaan dan pengeluaran kredit.c. A. Hann, tugas bank terletak pada pemberian pinjaman dengan cara menciptakan pinjaman dari simpanan yang dipercayakan.


1. Pengertian LKBB

Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidangkeuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat danmenyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif.Menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No, KEP-38/MK/IV/1972, LembagaKeuangan Bukan Bank (LKKB) adalah semua lembaga (badan) yang melakukan kegiatandalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengancara mengeluarkan surat-surat berharga, kemudian menyalurkan kepada masyarakat terutamauntuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan.
2.

Usaha
 – 
 Usaha yang Dilakukan LKBB antara lain :


Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga

Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana )dalam usaha patungan

Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli
3. Peran-peran LKKB antara lain :

Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa

Memperlancar distribusi barang

Mendorong terbukanya lapangan pekerjaaN
Sumber : Elizabeth Sekar  

Basic English Grammar (BEG)

Basic English Grammar ini membahas aturan penggunaan grammar dan tata bahasa yang benar dalam bahasa inggris. Basic English Grammar mengacu pada struktur kalimat. Tidak hanya membantu menciptakan kalimat saja, tetapi juga akan mempermudah keterampilan komunikasi mahasiswa dalam lisan dan tulisan. Kunci utama agar bahasa inggris melekat kuat adalah dengan memahami dasar-dasarnya.
Berikut adalah 8 ringkasan bagian tata bahasa inggris (grammar) :
1. Noun (kata benda)

Kata benda bahasa inggrisnya NOUN . Tentu saja yang menyatakan benda baik berwujud atau tak berwujud. Misalnya: book, chair, people dll.
Kata benda atau Noun akan terpakai pada subject atau object dari suatu kalimat.


2. Pronoun (kata ganti)
Kata ganti adalah kata yang penggunaannya untuk menggantikan kata kerja. Penggunaan pronoun mempunyai tujuan agar lebih sederhana , nama-nama tidak terlalu sering disebutkan didalam kalimat dan juga agar kalimat menjadi efektif.
3. Adjective (kata sifat)
Kata sifat atau Adjective fungsinya untuk menerangkan kata benda. Maksudnta agar benda itu lebih jelas.Kata sifat juga mempunyai fungsi untuk memodifikasi noun atau kata benda dan pronoun atau kata ganti. Beberapa jenis adjective seperti adjective phrase, compound adjective.
4. Verb (kata kerja)

Kata kerja mempunyai arti sebagai kata yang menunjukkan suatu tindakan oleh subyek atau keadaan sekarang. Namun ada juga beberapa verb yang tidak melakukan suatu kejadian seperti misalnya be, exist, seem dan belong. Hal yang unik dari Kata kerja bahasa inggris adalah sifatnya yang berubah-ubah bentuk. Jadi, kata kerja atau bahasa inggrisnya verb adalah kata-kata yang menyatakan suatu kegiatan atau aktivitas atau aksi (tindakan). 
5. Adverb (kata keterangan)
Adverb didalam bahasa inggris berfungsi untuk memberikan keterangan kepada kalimat. Penggunaan adverb di bagi menjadi delapan jenis yaitu adverb of manner, adverb of time, adverb of place and direction, adverb of degree, adverb of frequency, adverb of quatity, adverb of interrogative and relative adverb.
6. Kata depan (preposition)
Adalah kata yang dapat bergabung dengan noun atau pronoun dan membentuk sebuah frasa yang menerangkan kata kerja, kata benda dan kata sifat.
7.  Kata sambung (conjunction)
Konjungsi adalah kata yang digunkan untuk menghubungkan dua frasa, klausa ataupun suatu paragraph. Jenis-jenis konjungsi adalah coordinate conjunction, correlative conjunction dll.
8. Kata seru (interjection)
Adalah kata yang digunakan untuk menyatakan emosi kepada lawan bicara. Kata seru sering digunakan untuk bentuk bicara. Biasanya kata seru diikuti oleh tanda koma, tanda seru atau tanda tanya. 

Internet

A.Internet
1.Pengertian Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
3. Manfaat internet
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: 1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
B. Web Site atau Situs
1.Pengertian Web Site atau Situs
Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan link-link.
2. Unsur-Unsur Web Site atau Situs
Untuk membangun situs diperlukan beberapa unsur yang harus ada agar situs dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Unsur-unsur yang harus ada dalam situs antara lain:
a. Domain Name.
Domain name atau biasa disebut nama domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan situs kita pada dunia internet. Istilah yang umum digunakan adalah URL. Contoh sebuah URL adalah http://www.yahoo.com--dapat juga tanpa www--
Ada banyak macam nama domain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa nama domain yang sering digunakan dan tersedia di internet:
    1. Generic Domains
Merupakan domain name yang berakhiran dengan .Com .Net .Org .Edu .Mil atau .Gov. Jenis domain ini sering juga disebut top level domain dan domain ini tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapapun dapat mendaftar.
Ø.com : merupakan top level domain yang ditujukan untuk kebutuhan "commercial".
Ø.edu : merupakan domain yang ditujukan untuk kebutuhan dunia pendidikan (education)
Ø.gov : merupakan domain untuk pemerintahan (government)
Ø.mil : merupakan domain untuk kebutuhan angkatan bersenjata (military)
Ø.org : domain untuk organisasi atau lembaga non profit (Organization).
    2. Country-Specific Domains
Yaitu domain yang berkaitan dengan dua huruf ekstensi, dan sering juga disebut second level domain, seperti .id(Indonesia), .au(Australia), .jp(Jepang) dan lain lain. Domain ini dioperasikan dan di daftarkan dimasing negara. Di Indonesia, domain-domain ini berakhiran, .co.id, .ac.id, .go.id, .mil.id, .or.id, dan pada akhir-akhir ini ditambah dengan war.net.id, .mil.id, dan web.id. Penggunaan dari masing-masing akhiran tersebut berbeda tergantung pengguna dan pengunaannya, antara lain:
Ø.co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah
Ø.ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan
Ø.go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia
Ø.mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia
Ø.or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori "ac.id","co.id","go.id","mil.id" dan lain
Ø.war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia
Ø.sch.id : khusus untuk Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP dan atau SMU
Ø.web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di Worl Wide Web.
Nama domain dari tiap-tiap situs di seluruh dunia tidak ada yang sama sehingga tidak ada satupun situs yang akan dijumpai tertukar nama atau tertukar halaman situsnya. Untuk memperoleh nama dilakukan penyewaan domain, biasanya dalam jangka tertentu(tahunan).  
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Aplikasi Komputer

Pengertian Microsoft Excel

Pengertian Microsoft excel adalah Program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan dalam pengolahan angka (Aritmatika).Microsoft Excell sangat membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan yang mudah sampai dengan yang rumit dalam bidang administratif khususnya. Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka yang dikeluarkan oleh Microsoft Corporation. 

Pengertian Microsoft Excel

Microsoft Office Excel memang dikenal dengan penggunaan rumus-rumus atau formula dalam lembar kerjanya. Penggunaan rumus yang efektif akan memudahkan Anda dalam membuat laporan pekerjaan dengan menggunakan MS Excel. Formula atau rumus MS Excel adalah keunggulan tersendiri untuk aplikasi ini, dengan kemampuannya dalam mengolah data melalui perhitungan matematis yang sangat beragam fungsinya.

Kelebihan Ms Excel: 

  1. Mempunyai kemampuan menampung data yang cukup besar dengan 1 juta baris dan 16.000 kolom dalam 1 sheet. Jadi dalam 1 sheet bisa menampung jawaban 1 juta responden dan 16 ribu jawaban/pertanyaan. 
  2. Microsoft excel mempunyai Format yang paling populer dan fleksibel jadi sebagian besar software data entry ada fasilitas konversi ke format excel atau format lain yang bisa dibaca excel. Atau jika dibutuhkan kita bisa konversi balik dari excel ke software statistik lainnya. 
  3. Microsoft Excel mempunyai program penggunaan rumus yang sangat lengkap sehingga mempermudah pengolahan angka untuk menghasilkan dokumen yang lebih canggih. 
  4. Dengan Pivot Tables, kita bisa kerja lebih efektif karena semua tabel summary yang kita rencanakan bisa kita buat dahulu walaupun data belum masuk semua. Setiap ada data masuk otomatis pivot table akan me-refresh sehingga tabel akan terupdate sendiri.


Kekurangan Ms Excel:

  1. Software pengolah angka ini berbayar atau tidak gratis.
  2. Aplikasi ini memerlukan banyak memory (RAM) dan proccessor yang besar (CPU).
  3. Untuk membuat kolom baru yang berisi pengkategorian dari sebuah kolom/jawaban pertanyaan, atau membuat filter responden; kita harus membuat rumus excel baik rumus matematika, logika maupun text. Banyak orang yang tidak suka dengan hal ini karena di SPSS misalnya, kita dengan mudah untuk melakukan filter atau pengkategorian jawaban baru.



Basic English Conversation


Improving your English Conversation

Conversations are a key part of learning to speak English well. Knowing how to introduce yourself, ask for directions or make friends will help you to feel more confident when you talk to people outside of the classroom. All you need is a classmate or friend to practise with. Here are some easy English conversations for beginners.

Introductions

Introducing yourself is a basic but important skill and can help you to connect with people wherever you go. Try the following dialogues:
  1. My name is John. What is your name?
  2. My name is Emilie.
  3. I am from London. Where are you from?
  4. I am from Paris. I live in London now.

  1. It was nice to meet you Emilie.
  2. You too. Goodbye!

Activities

Talking about what you like to do in your free time can help you to get to know people better and is a good way to practise verbs. Try describing your hobbies:
  1. What do you usually do in your spare time?
  2. I like playing football. What about you?
  3. I like listening to music.

  1. What are your hobbies?
  2. I play tennis and watch films.
  3. What is your favourite film?
  4. Casino Royale.

At a restaurant

Food vocabulary is useful, especially if you like to go to coffee shops or restaurants. Try these dialogues:
  1. What would you like to drink?
  2. Could I have a white coffee please.
  3. What would you like to eat?
  4. I would like a cheese sandwich please.
  5. Would you like anything else?
  6. No thank you.
You can also practise numbers and familiarise yourself with English money.
  1. Can I have the bill please?
  2. That will be five pounds please.
  3. Would you like to pay in cash or by card?

Travel

In England we travel by train a lot. This vocabulary will help your English communication when you are using transport or need directions:
  1. Can I have a ticket to Manchester please?
  2. One way or return?
  3. Return please.
  4. When does the train leave?
  5. The train leaves at 3pm.

  1. Excuse me, where is the Natural History Museum?
  2. It’s on Cromwell Road. Turn left at the traffic lights and it’s on the right.
  3. Thank you.

Giving compliments

Everybody likes to receive compliments, so learning to give them will help you to make friends! It also gives you the chance to practise a wide range of vocabulary. Try these dialogues:
  1. I love your dress. Where did you buy it?
  2. It’s from H&M on Oxford Street.

  1. Your hair looks pretty today.
  2. Thank you. I had it cut.

  1. You are really good at tennis.
  2. Thank you. I practise it every day.

  1. You have a very cute dog. What’s his name?
  2. His name is Billy.

Sumber : UK COLLEGE
Share:

Materi Dasar Akuntansi

AKUNTANSI PERUSAHAAN  JASA
(Oleh: Sutatmi)

BAGIAN II : PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

A. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN
            Setelah mempelajari bagian II dari  modul ini, peserta pelatihan diharapkan dapat memperoleh ketrampilan dalam melakukan analisis transaksi, menyusun persamaan dasar akuntansi berdasarkan hasil analisis transaksi, dan menyusun laporan keuangan dalam bentuk neraca, laporan laba/rugi, dan laporan perubahan modal berdasarkan persamaan dasar akuntansi yang telah disusun. Penguasaan terhadap ketrampilan tersebut akan bermanfaat bagi peserta pelatihan dalam menyelenggarakan akuntansi (sederhana) khususnya  bagi perusahaan jasa.

B. INDIKATOR

            Keberhasilan peserta pelatihan dalam menguasai kompetensi yang diharapkan seperti dikemukakan  di atas, dapat diamati dan diukur dari ketrampilan mereka dalam:.

1) menjelaskan  persamaan dasar akuntansi.

2) menganalisis dampak setiap transaksi  terhadap asset (aktiva), hutang, dan modal

3) menyususn persamaan dasar akuntansi

4) menyusun neraca

5) menyusun laporan laba/rugi
6) menyusun laporan perubahan modal

C. PETUNJUK

Materi tentang akuntansi perusahaan jasa yang disajikan dalam bagian II dari modul ini adalah ”Persamaan Dasar Akuntansi”. Urutan penyajiannya diatur sebagai berikut: (a) pengertian dan rumusannya, (b) transaksi keuangan dan persamaan akuntansi,            (c) laporan keuangan (financial statement) berupa neraca, laporan laba/rugi, dan laporan perubahan modal.

Uraian materi tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh kasus yang mungkin terjadi pada perusahaan jasa, baik yang berskala kecil maupun yang besar. Ikuti dan pelajari dengan seksama materi dan contoh-contoh yang disajikan dalam bagian II modul ini, agar Anda dapat memperoleh pemahaman dan ketrampilan yang memadahi. Dengan mempelajari dan menguasai isi bagian II dari modul ini, maka Anda akan memiliki kemampuan dan ketrampilan melaksakanan siklus akuntansi, meskipun masih dalam tingkat yang sederhana tetapi secara utuh.  Selanjutnya,  untuk memberi penguatan pemahaman dan ketrampilan Anda, kerjakanlah tugas yang ada sesuai dengan petunjuk. Hal ini akan membantu Anda dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman secara praktis. Ukurlah tingkat penguasaan kompetensi yang telah Anda capai dengan menjawab dan mengerjakan soal-soal evaluasi. Jika Anda merasa belum puas dengan hasil yang dicapai, ulangi lagi sampai Anda merasa telah menguasainya. Untuk memperkuat  pemahaman dan ketrampilan Anda, carilah kasus-kasus yang serupa dan kerjakanlah sampai tuntas.

 

D. URAIAN MATERI

Persamaan Dasar Akuntansi

a. Pengertian dan Rumusan Persamaan Dasar Akuntansi
            Setelah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep dasar akuntansi, marilah kita lanjutkan kegiatan kita dengan penyelenggaraan proses akuntansi. Untuk mempermudah dalam melaksanakan proses pencatatan dan pelaporan, sebaiknya kita mulai dari persamaan dasar akuntansi. Persamaan ini merupakan ringkasan dari pencatatan hasil analisis setiap peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang terjadi. Coba Anda ingat-ingat kembali pengertian peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang telah dikemukakan dalam bagian I modul ini! Jika terjadi transakasi  keuangan akan menyebabkan terjadinya perubahan pada aktiva, hutang, dan modal bukan? Perubahan itulah yang kita ringkas dalam persamaan dasar akuntansi.
Anda telah mengetahui bukan, bahwa kekayaan yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis (perusahaan) disebut asset, harta, atau aktiva sedangkan hak atau klaim terhadap kekayaan tersebut disebut equities atau passiva? Jika aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan sejumlah Rp 10.000,00 maka equities (klaim terhadap asset tersebut) juga senilai Rp 10.000,00.  Hubungan antara dua komponen  tersebut jika digambarkan dalam sebuah persamaan tampak sebagai berikut:

                                                Aktiva  =  Equities

 Rp 10.000,00  = Rp 10.000,00


Di sisi lain, hak atau klaim terhadap aktiva tersebut dapat dikelompokkan  menjadi dua macam, yaitu haknya kreditor dan  haknya pemilik. Hak dari  kreditor disebut hutang (liabilities) dan hak dari pemilik disebut modal (capital/owner’s equity). Dengan demikian pengembangan dari persamaan tersebut menjadi sebagai berikut:

                                                Aktiva = Liabilities + Capital

Dalam persamaan akuntansi, biasanya penyajian liabilities selalu mendahului capital (modal). Hal ini bukan hanya kebetulan saja, tetapi memiliki makna bahwa kreditor memiliki hak terlebih dulu terhadap asset perusahaan dari pada pemilik perusahaan itu sendiri seandainya perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Dengan demikian, hak pemilik terhadap asset perusahaan dapat dirumuskan dalam persamaan berikut:
                                          Capital = Aktiva - Liabilities
            Seandainya pada awal pendirian perusahaan, pemiliknya menyetor uang tunai atau benda lain senilai Rp 5.000,00 untuk modal awal usahanya tanpa ada hutang, maka persamaannya adalah:

                                                Aktiva = Capital

     Jadi, Rp 5.000,00 = Rp 5.000,00

Jika pemilik menambah modal Rp 2.500,00 dari hutang, maka persamaannya menjadi:                   Aktiva     =   Liabilities    +   Capital

    Jadi,  Rp 7.500,00 =  Rp 2.500,00 + Rp 5.000,00

b. Transaksi Keuangan dan Persamaan Akuntansi

            Semua transaksi keuangan (peristiwa ekonomi) yang terjadi di perusahaan, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks akan mengakibatkan perubahan di antara ke tiga komponen persamaan dasar akuntansi tersebut. Perubahan yang dimaksud bisa menambah, mengurangi, atau merubah susunan aktiva, hutang, dan/atau modal. Penyelesaian persamaan itu merupakan hasil analisis dampak dari transaksi keuangan yang terjadi.
Untuk mempermudah dalam memahami dampak dari perubahan pada persamaan dasar akuntansi sebagai akibat terjadinya transaksi keuangan, marilah kita cermati contoh kasus  berikut ini.
Salon Sekarkedaton  milik Ny. Ayu, yang beralamat di Jl. Joyo Utomo 504 Malang, baru dibuka awal tahun 2007,  ditempatkan di kamar paling depan rumahnya. Sementara kamar tersebut  tidak dimasukkan sebagai asset salon, tetapi dianggap menyewa. Selama bulan Januari 2007 transaksi keuangan yang dilakukan sebagai berikut:
1. Ny. Ayu menyetor uang tunai  Rp 1.000.000,00 sebagai investasi pertamanya atau modal awalnya di Salon.
2. Membeli secara tunai peralatan salon seharga Rp 300.000,00
5. Membayar uang sewa kamar  untuk bulan Januari sebesar Rp 100.000,00
7. Membeli secara kredit dari Toko Makmur peralatan salon seharga Rp 500.000,00 dan perlengkapan (suplies) salon seharga Rp 200.000,00.
9. Dipinjam uang dari Bank dengan menandatangani sebuah wesel jangka 3 bulan bunga 12% per tahun senilai Rp 750.000,00
14. Menyelesaikan pekerjaan merias pengantin putri Ny. Yuli senilai  Rp 450.000,00 dan dan langsung dbayar tunai
15. Dibayar gaji pegawai untuk bulan Januari Rp 150.000,00
20. Diselesaikan pekerjaan merias pengantin untuk Ibu Harmini senilai Rp 550.000,00. diterima tunai sebanyak Rp 250.000,00 dan sisanya akan dilunasi bulan Pebruari 2007
22. Diangsur  utang kepada Toko Makmur sebesar  Rp 200.000,00
25. Dibayar rekening listrik untuk bulan Januari Rp 75.000,00
29. Diterima dari Ibu Harmini  angsuran utangnya kepada Salon sebanyak Rp 150.000,00
30. Diambil uang tunai oleh Ny. Ayu  sebesar Rp 100.000,00 untuk kepentingan pribadinya.
31. Dibayar bunga atas wesel untuk bulan Januari sebesar  Rp 7.500,00
Setiap transaksi keuangan pada tanggal-tanggal tersebut di atas akan membawa dampak perubahan terhadap ketiga komponen persamaan dasar akuntansi (aktiva, hutang, dan modal).  Pengaruh setiap transaksi keuangan itu terhadap persamaan dasar akuntansi dapat dilihat dalam tabel berikut:
AKTIVA
HUTANG
MODAL
Tgl
Kas
Piutang Usaha
Peralatan
Perlengkapan
Hutang Usaha
Hutang wesel
Modal
1
1,000,000





1,000,000
2
-300,000

300,000




5
-100,000





-100,000
7


500,000
200,000
700,000


9
750,000




750,000

14
450,000





450,000
15
-150,000





-150,000
20
250,000
300,000




550,000
22
-200,000



-200,000


25
-75,000





-75,000
29
150,000
-150,000





30
-100,000





-100,000
31
-7,500





-7,500

1.667.500
150.000
800.000
200.000
500.000
750.000
1.567.500

            Dalam praktiknya, sepanjang perjalanan periode persamaan tersebut dapat dimodifikasi menjadi:

                        Asset  + Beban (biaya) = Liabilities + Penghasilan + Capital

Dengan demikan, data transaksi dalam kasus yang terjadi pada salon Sekarkedaton di atas dapat disusun persamaan dasar akuntansi sebagi berikut:
Tgl
Keterangan
     Aktiva   +   Beban    =   Hutang   + Pendaptn  + Modal
1
Setoran pemilik
1.000.000



1.000.000
2
Beli peralatan tunai
± 300.000




5
Bayar sewa gedung
- 100.000
100.000



7
Beli peralatan & perlengkapan
700.000

700.000


9
Utang wesel 12% p.a
750.000

750.000


14
Hasil Rias pengantin
450.000


450.000

15
Bayar Gaji
-150.000
150.000



20
Hasil Rias pengantin
550.000


550.000

22
Angsur utang
- 200.000

- 200.000


25
Bayar listrik
- 75.000
75.000



29
Angsuran Harmini
±150.000




30
Ambil prive
- 100.000



- 100.000
31
Bunga wesel
- 7.500
7.500



Jumlah
2.817.500
332.500
1.250.000
1.000.000
900.000

            Dua contoh bentuk persamaan dasar akuntansi untuk menyelesaikan transaksi keuangan tersebut tampak berbeda bukan? Namun keduanya akan menghasilkan informasi yang sama. Dari persamaan pertama, dapat diketahui bahwa aktiva salon tersebut senilai Rp 2.817.500,00 yang diperoleh dengan menjumlahkan kas sebesar Rp1.667.500,00 piutang sebesar Rp150.000,00 peralatan sebesar Rp 800.000,00 dan perlengkapan sebesar Rp  200.000,00. Hutang salon senilai Rp 1.250.000,00 diperoleh dengan cara menjumlahkan hutang usaha Rp 500.000,00 dan hutang wesel sebesar Rp 750.000,00. Modal yang dimiliki salon senilai  Rp 1.567.500,00. Dari persamaan kedua, dapat diketahui secara langsung bahwa aktiva salon tersebut sebesar Rp 2.817.500,00 dan hutangnya sebesar Rp 1.250.000,00 sedangkan modal salon sebesar  Rp 1.567.500,00 yang diperoleh dengan cara menambahkan modal Rp 900.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp 1.000.000,00 dan dikurangi beban sebesar Rp 332.500,00. Cara yang digunakan untuk melaksanakan pencatatan setiap transaksi keuangan boleh berbeda, namun informasi yang dihasilkannya harus sama.
Dalam penyelesaian persamaan pertama,  membuat penggolongan pada aktiva dan hutang, sedangkan beban dan pendapatan langsung ditambah atau dikurangkan pada modal.  Pada persamaan kedua unsur aktiva dan hutang tidak digolong-golongkan, tetapi beban dan pendapatan dipisahkan dari modal. Dalam praktik di dunia kerja Anda dapat menggunakan salah satu dari kedua persamaan itu, mengingat bahwa hasil akhir atau informasi yang dihasilkan sama.
Penyelesaian transaksi ke dalam persamaan kedua terdapat tanda ± yaitu pada tanggal 2 dan 29 Januari 2007. Tanda itu merupakan contoh transaksi yang menyebabkan perubahan terhadap susunan aktiva. Akibat transaksi tanggal 2 Januari, aktiva yang semula berupa uang tunai (kas) Rp 300.000,00 berubah menjadi peralatan salon dengan nilai yang sama, sedangkan transaksi tanggal 29 Januari menyebabkan berubahnya aktiva yang semula piutang sebesar Rp 150.000,00 menjadi uang tunai dengan nilai yang sama. Kedua contoh transaksi tersebut tidak menyebabkan bertambah atau berkurangnya nilai aktiva, hutang, maupun modal. Contoh transaksi lain, mengaksep wesel atas hutang usaha pada perusahaan lain. Transaksi ini menyebabkan susunan hutang berubah, yakni semula berupa hutang usaha  berubah menjadi hutang wesel.
Selain itu, pada kenyataan di dunia bisnis akan banyak Anda jumpai transaksi-transaksi serupa, yaitu transaksi yang menyebabkan berubahnya aktiva, hutang, atau modal. Contoh-contoh yang disajikan di atas hanya merupakan sebagian kecil dari transaksi yang sebenarnya. Diharapkan contoh-contoh itu dapat digunakan sebagai acuan dalam  penyikapan akuntansi jika ada transaksi yang sejenis.

c.  Laporan Keuangan (Financial Statement)

            Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai)  sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi. Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.
Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.
Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai  dasar untuk  pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).
a)      Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang  memiliki nilai prediktif,  umpan balik, dan tepat waktu.
(1)   Informasi memiliki nilai  prediktif jika  informasi tersebut  dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja  perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari  kemampuan  para pemakai dalam menganalisis informasi dan  kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.
(2)   Informasi memiliki nilai umpan balik (feedback) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.
(3)   Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.
b)      Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.
(1)   Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.
(2)   Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam  penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.
(3)   Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan  keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang ”tersesat” sebagai  akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.
Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan.  Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.
a)      Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap  dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya  untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena  metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
b)      Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.
Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan (financial statement). Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai)  dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Dari lima komponen tersebut,  laporan keuangan yang dibahas dalam bagian II modul ini hanya tiga jenis, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan  neraca. Dua jenis laporan lainnya, yaitu laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan akan dibahas pada modul yang lain.

a)  Laporan laba rugi (income statement)

            Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, kita dapat melihat dari laporan keuangannya. Kinerja keuangan suatu perusahaan harus dilaporkan, minimal sekali dalam satu periode. Salah satu bentuk laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan laporan tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan ini disajikan jumlah pendapatan (revenue) dan biaya (expenses) serta laba atau rugi (profit/losses) suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini kita dapat menganalisis perbandingan antara pendapatan dengan biaya untuk memperolehnya, sehingga dapat mengukur tingkat efisiensinya. 
Contoh transaksi yang terjadi pada Salon Sekarkedaton yang telah  dibukukan  dalam  persamaan dasar akuntansi di atas, jika dianggap belum ada beban dari unsur perlengkapan dan peralatan (diasumsikan masih utuh), maka laporan laba ruginya dapat disusun seperti berikut ini.
Salon Sekarkedaton
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Januari 2007
Pendapatan


        Perdapatan salon

1.000.000,00
Beban Usaha


       Biaya Sewa Gedung
100.000,00

       Biaya Gaji pegawai
150.000,00

       Biaya listrik
75.000,00

       Biaya bunga
7.500,00

Jumlah beban Usaha

332.500,00
Laba bersih

667.500,00

            Contoh lain, misalnya data keuangan yang disajikan Penjahit Rapi pada tanggal 31 Desember tahun 2006 sebagai berikut:
1. Kas                          Rp 55.000,00
2. Piutang jasa             Rp 10.000,00
3. Peralatan                 Rp 20.000,00
4. Perlengkapan           Rp 5.000,00
5. Pendapatan jahit     Rp 19.200,00
6. Pendapatan lain-lain Rp  500,00
7. Biaya perlengkapan  Rp 3.500,00
8. Gaji penjahit            Rp  5.000,00
9. Biaya lain-lain        Rp 1.200,00
10. Modal                    Rp 80.000,00
            Laporan laba rugi yang dapat disusun dari data keuangan penjahit rapi tersebu adalah sebagai berikut:
Penjahit Rapi
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006
Pendapatan


        Perdapatan jahit  

19.200,00
        Pendapatan lain-lain

500,00
Jumlah Pendapatan

19.700,00
Beban Usaha


       Biaya Gaji penjahit
5,000,00

       Biaya perlengkapan
3.500,00

       Biaya lain-lain
1.200,00




Jumlah beban Usaha

9.700,00
Laba bersih

10.000,00

Dua buah contoh di atas memang masih sangat sederhana. Jenis transaksi yang diberikan pun masih terbatas (belum beragam). Praktiknya di dunia usaha tentunya sangat kompleks dan rumit. Namun prinsip pencatatan dan pelaporannya sama. Dengan contoh yang sederhana tersebut diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat usaha anda dalam memahami dan meningkatkan ketrampilan menyusun laporan laba rugi.

b)  Laporan Perubahan Ekuitas (owner’s equity statement)
            Bentuk lain dari laporan keuangan yang kita bahas pada bagian ini adalah laporan perubahan ekuitas pemilik perusahaan. Sesuai dengan namanya, laporan ini memberikan informasi tentang perubahan modal pemilik selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada modal (ekuitas pemilik) adalah: tambahan investasi yang dilakukan oleh pemilik, pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan (laba/rugi) selama satu periode, dan prive pemilik, baik ambil maupun menambah. Dengan membaca laporan ini, akan diketahui perubahan modal dan faktor apa yang menyebabkan perubahan tersebut.
Jika dari contoh persamaan dasar akuntansi di atas dibuat laporan perubahan ekuitasnya, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:
Salon Sekarkedaton
Laporan Perubahan Modal
Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Januari 2007



Modal awal per 1 Januari 2007

1.000.000,00
Laba bersih bulan Januari tahun  2007
667.500,00

Pengambilan prive
-100.000,00

Penambahan modal

567.500,00
Modal akhir per 31 Januari 2007

1.567.000,00

            Dari data yang disajikan Penjahit Rapi di atas dapat disusun laporan perubahan modalnya sebagai berikut:
Penjahit Rapi
Laporan Perubahan Modal
Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006
Modal awal per 1 Januari 2006

80.000,00
Laba bersih tahun 2006

10.000,00
Modal akhir per 31 Desember 2006

90.000,00

 

c)  Neraca (balance sheet)

            Neraca merupakan laporan tentang posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Oleh karena itu, neraca sering disebut sebagai potret dari posisi keuangan perusahaan, karena kondisi keuangan yang disajikan pada neraca tersebut hanya terjadi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal penyusunan neraca. Di luar tanggal penyusunan neraca, kondisi keuangan tersebut bisa berubah.
Secara umum, neraca dan laporan keuangan lainnya memiliki 2 (dua) bagian. Bagian pertama adalah kepala (heading) atau judul neraca yaitu keterangan singkat yang ditulis di bagian atas dari neraca. Judul neraca berisi: Nama perusahaan (pemilik neraca), kata ‘neraca’, dan  tanggal neraca. Amatilah judul laporan laba rugi dan laporan perubahan modal Salon Sekarkedaton dan Penjahit Rapi di atas. Unsur isi judul tersebut sama, perbedaannya dengan neraca terletak pada tanggal penyusunan. Untuk neraca ditulis tanggal tertentu, sedangkan laporan tanggalnya mewakili satu periode (untuk periode yang berakhir tanggal …..). Judul (neraca atau laporan lainnya) harus ditulis dengan benar, karena judul itu merupakan identitas dari organisasi (perusahaan) pemilik laporan yang bersangkutan.   Bagian kedua adalah  batang tubuh neraca, berisi muatan informasi yang perlu disajikan.
Batang tubuh neraca dapat disusun dalam bentuk skontro  atau stafel. Neraca yang berbentuk skontro biasanya disebut rekening huruf T atau bentuk horizontal, memiliki sisi debet yang lasim disebut aktiva dan sisi kredit yang lasim disebut pasiva. Jika suatu neraca disusun dalam bentuk stafel sering disebut bentuk vertikal atau laporan, maka tidak ada sisi debet dan sisi kredit. Susunan aktiva dan pasiva di atur berurutan dari atas ke bawah.
Posisi keuangan tersebut ditunjukkan oleh besaran aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan.

1)  Aktiva (Assets)

            Sumber daya ekonomi yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan disebut asset, aktiva, atau harta. Di neraca, aktiva disajikan di sebelah Debet jika neraca tersebut berbentuk skontro, atau di atas (mendahului penyajian pasiva) jika berbentuk stafel. Penyajiannya di dalam neraca, aktiva dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu aktiva lancar, aktiva investasi jangka panjang, dan aktiva tidak tetap.

(a)  Aktiva Lancar (current assets)

Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan atau dapat dijadikan uang dalam jangka pendek (dalam satu siklus akuntansi). Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar jika aktiva tersebut memenuhi persyaratan berikut:
(1) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
(2) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau
(3) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.
            Contoh dari aktiva lancar adalah kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, supplies, asuransi dibayar dimuka, dan sebagainya. Penyusunannya di dalam neraca diatur menurut urut-urutan tingkat likuiditasnya. Artinya,  aktiva lancar yang paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan pos-pos lainnya yang kurang likuid.

(b)  Investasi jangka panjang (long term investment)

      Perusahaan yang memiliki dana cukup besar dan tidak segera digunakan, maka akan menanamkannya pada perusahaan lain, dalam bentuk pembelian surat-surat berharga (saham atau obligasi) atau bentuk lainnya. Jika perusahaan mempertahankan kepemilikan tersebut  dalam jangka panjang, maka aktiva ini disebut investasi jangka panjang. Tujuan dari investasi ini adalah memanfaatkan dana perusahaan yang tidak/belum dipergunakan dengan harapan dapat memperoleh keuntungan, baik berupa capital gain (kenaikan nilai investasi) maupun dividen (bagian keuntungan)  atau bunga. Kepemilikan surat-surat berharga ini direncanakan dalam jangka waktu panjang. Kalau kepemilikan surat berharga direncanakan dalam jangka pendek (diperjualbelikan) maka investasi jenis ini termasuk aktiva lancar.

©   Aktiva Tetap (Fixed Assets)

            Aktiva tetap adalah berbagai jenis aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode operasi perusahaan. Aktiva tetap dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang memiliki wujud fisik tertentu sehingga dapat diamati. Contoh dari aktiva tetap berwujud adalah tanah, gedung, peralatan (equipment), kendaraan dan sebagainya. Sedangkan aktiva tetap tak berwujud adalah aktiva  yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi memiliki nilai ekonomis. Contoh aktiva tetap tidak berwujud adalah goodwill, hak patent, merek dagang, dan sebagainya.

2)   Kewajiban (liabilities)

            Kewajiban atau hutang (liabilities) adalah pengorbanan manfaat ekonomis di masa yang akan datang sebagai akibat dari transaksi masa lalu. Kewajiban ini dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang. Pengklasifikasian jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada jangka waktu pelunasannya. Jika pelunasan hutang yang dimaksud adalah satu tahun atau dalam satu periode siklus operasi perusahaan mana yang lebih panjang, dari tanggal neraca maka akan dikelompokkan dalam hutang jangka pendek. Sebaliknya, jika tidak memenuhi kreteria tersebut dikelompokkan ke dalam hutang jangka panjang. Contoh hutang lancar adalah: hutang usaha (account payable), hutang wesel (notes payable), hutang pajak (Taxes payable), hutang biaya, dan sebagainya. Contoh hutang jangka panjang adalah: hipotik dan hutang obligasi.

c)   Modal Pemilik (owner’s equity)

            Modal pemilik adalah hak atau klaim pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan atau organisasi bisnis. Pada perusahaan perseorangan, modal pemilik ditunjukkan oleh satu akun modal. Pada perusahaan persekutuan (firma atau komanditer) modal pemilik ditunjukkan oleh dua atau lebih akun modal. Sedangkan pada perusahaan bentuk perseroan maka modal pemilik ditunjukkan oleh akun modal saham (capital stocks), saldo laba (retained earning), agio/disagio saham dan sebagainya.
Ingatlah kembali bahwa penyajian komponen-komponen neraca tersebut secara umum ada dua macam, yaitu: bentuk rekening huruf T atau bentuk horisontal dan bentuk laporan atau bentuk vertikal. Contoh penyusunan neraca. Lihat kembali data keuangan Salon Sekarkedaton dan Penjahit Rapi. Dari data tersebut, jika disusun neraca bentuk skontro tampak sebagai berikut:

Contoh: Neraca Bentuk T

Salon Sekarkedaton
Neraca
Per 31 Januari 2007






Aktiva Lancar


Hutang Lancar


Kas
Rp
1.667.500
Hutang Usaha
Rp
500.000
Piutang Usaha
Rp
150.000
Hutang Wesel
Rp
750.000
Perlengkapan/Supplies
Rp
200.000
Jumlah Hutang
Rp
1.250.000
Jumlah Aktiva Lancar
Rp
2.017.500



Aktiva Tetap


Modal
Rp
1.567.500
Peralatan
Rp
800.000

Rp

Jumlah aktiva
Rp
2.817.500
Jumlah Pasiva
Rp
2.817.500

Jika neraca Salon Sekarkedaton yang disusun dalam bentuk skontro tersebut diubah menjasi bentuk stafel atau horisontal, maka akan tampak seperti berikut ini.


Salon Sekarkedaton
Neraca
Per 31 Januari 2007
Aktiva Lancar


Kas
Rp
1.667.500,00 
Piutang Usaha
Rp
150.000,00
Perlengkapan/Supplies
Rp
200.000,00
Jumlah Aktiva Lancar
Rp
2.017.500,00
Aktiva Tetap


Peralatan
Rp
800.000,00
Jumlah aktiva
Rp
2.817.500,00



Hutang Lancar


Hutang Usaha
Rp
500.000,00
Hutang Wesel
Rp
750.000,00
Jumlah Hutang Lancar
Rp
1.250.000,00



Modal
Rp
1.567.500,00



Jumlah Pasiva
Rp
2.817.500,00

Baik disusun dalam bentuk skontro maupun dalam bentuk stafel, neraca harus menggambarkan informasi yang sama. Seperti contoh neraca milik Salon Sekarkedaton di atas, informasi yang disajikan sama. Memang contoh informasi yang termuat dalam neraca tersebut masih sangat sederhana. Contoh neraca yang memberi informasi sudah relatif  kompleks, berikut ini disajikan neraca milik usaha servis murah.


Contoh: Neraca Bentuk T
Servis Radio Murah
Neraca
Per 31 Desember 2006






Aktiva Lancar


Hutang Lancar


Kas

623.000
Hutang dagang

425.000
Piutang Usaha
425.000

Hutang Wesel

500.000
Cadangan piutang tak tertagih
-25.000

Hutang pajak penghasilan

125.000


400.000
Gaji terutang

135.000
Piutang wesel

500.000
Jumlah Hutang Lancar

1.185.000
Supplies

135.000



Asuransi dibayar dimuka

175.000
Hutang Jangka Panjang


Sewa yang masih harus diterima

145.000
Hutang Obligasi

2.500.000
Jumlah Aktiva Lancar

1.97.000



Investasi Jangka Panjang


Modal Pemilik:


    Investasi dalam saham PT Telkom

1.100.000
Modal Tuan Murahadi

6.693.000
Aktiva Tetap





Tanah

1.500.000



Gedung
3.500.000




Akumulasi penyusutan gedung
-650.000






4.150.000



Peralatan
1.500.000




Akumulasi penyusutan peralatan
-150.000






1.650.000



Jumlah Aktiva Tetap

7.300.000



Jumlah Aktiva

10.378.000
Jumlah Hutang + Mo
dal
10.378.000

            Perlu diingat bahwa penyajian aktiva lancar didalam neraca disesuaikan dengan tingkat kelancarannya. Artinya aktiva lancar yang paling lancar disajikan terlebih dahulu baru disusul oleh yang kurang lancar. Amati contoh neraca di atas. Lain halnya dengan aktiva tetap, penyajiannya disusun menurut tingkat keabadiannya. Aktiva yang paling abadi (tetap) disajikan terlebih dahulu baru disusul dengan penyajian aktiva tetap yang kurang/tidak abadi. Hutang disajikan di dalam neraca diatur menurut tingkat kelancarannya.  Hutang yang harus segera dilunasi disajikan terlebih dahulu
Jika neraca itu disusun dalam bentuk stafel, maka akan menjadi sebagai berikut ini.





Servis Radio Murah
Neraca
Per 31 Desember 2006
Aktiva Lancar


Kas

623.000
Piutang Usaha
425.000

Cadangan piutang tak tertagih
-25.000



400.000
Piutang wesel

500.000
Supplies

135.000
Asuransi dibayar dimuka

175.000
Sewa yang masih harus diterima

145.000
Jumlah Aktiva Lancar

1.978.000
Investasi Jangka Panjang


    Investasi dalam saham PT Telkom

1.100.000
Aktiva Tetap


Tanah

1.500.000
Gedung
3.500,000

Akumulasi penyusutan gedung
-650.000



4.150.000
Peralatan
1.500.000

Akumulasi penyusutan peralatan
-150.000



1.650.000
Jumlah Aktiva Tetap

7.300.000
Jumlah Aktiva

10.378.000



Hutang Lancar


Hutang dagang

425.000
Hutang Wesel

500.000
Hutang pajak penghasilan

125.000
Gaji terutang

135.000
Jumlah Hutang Lancar

1.185.000



Hutang Jangka Panjang


Hutang Obligasi

2.500.000



Modal Pemilik:


Modal Tuan Murahadi

6.693.000



Jumlah Hutang + Modal

10.378.000

            Dalam praktiknya banyak kita jumpai neraca yang disusun dalam bentuk skontro. Namun bukan berarti bahwa tidak ada neraca yang disusun dalam bentuk stafel.
TUGAS
1. Bukalah kembali pekerjaan Anda dalam menyelesaikan tugas nomor 5 bagian I modul ini! Tentunya Anda telah memperoleh data dan transaksi keuangan dari salah satu perusahaan jasa yang paling besar dan Anda pilih. Dari contoh Anda tersebut, susunlah:
(a) neraca awal (bentuk skontro)
(b) persamaan dasar akuntansi atas transaksi keuangannya
(c) laporan laba rugi untuk periode tersebut
(d) laporan perubahan modal untuk periode tersebut
(e) neraca akhir (bentuk stafel)
2. Datanglah pada koperasi simpan pinjam yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda. Lakukanlah hal-hal berikut:
(a) mintalah ijin untuk memperoleh data dan mencatat transaksi keuangannya selama satu bulan dan selanjutnya susunlah transaksi keuangan tersebut ke dalam persamaan dasar akuntansi.
(b) copylah neraca saldonya  pada akhir suatu periode
(c) berdasarkan neraca saldo tersebut (anggap tidak ada penyesuaian) susunlah: laporan laba/rugi; laporan perubahan modal dan neraca (dalam bentuk skontro dan stafel).
3. Cari dan datangilah seorang penjahit pakaian, bisa langganan keluarga Anda atau yang sudah Anda kenal dengan baik. Tanyakanlah hal-hal berikut:
      (a) rata-rata  penghasilan yang peroleh dari jasa menjahit per bulan
      (b) jenis biaya  yang diperlukan untuk memberi layanan menjahit
      (c) besarnya biaya rata-rata per bulan
      (d) nilai investasinya (tempat menjahit, mesin jahit, gunting, dan lain-lain)
      (e) besarnya upah yang dikeluarkan untuk tenaga kerja
      (f) informasi lain-lain yang menurut Anda perlu diketahui
            Berdasarkan hasil informasi tersebut, susunlah: (1) Persamaan dasar akuntansi, (2) laporan laba rugi selama setahun, (3) laporan perubahan modal selama setahun dan (4) neraca akhir.
 EVALUASI
I. Jawablah semua pertanyaan berikut dengan cermat!
1.      Apakah tujuan penyusunan persamaan dasar akuntansi? Jelaskan!
2.      Berikalah contoh transaksi keuangan yang menyebabkan berubahnya susunan aktiva, hutang, dan modal masing-masing 5 (lima) buah dan analisis akibatnya!
3.      Kapankah laporan laba rugi harus disusun? Jelaskan!
4.      Dapatkah kita mengukur kinerja perusahaan dari laporan laba ruginya? Jelaskan!
5.      Informasi apakah yang dapat diperoleh dari laporan perubahan modal? Jelaskan!
6.      Unsur-unsur apa sajakah yang disajikan di dalam neraca? Sebutkan!
7.      Mengapakah neraca dikatakan sebagai potert keuangan pemiliknya?
8.      Bagaimanakah aturan penyusunan aktiva tetap di dalam neraca? Jelaskan
9.      Salah satu syarat penyusunan laporan keuangan adalah  relevansi, jelaskan pengertiannya!
10.  Mengapa penyusunan laporan keuangan harus netral? Jelaskan!

II. Kerjakanlah semua kasus berikut dengan teliti.
  1. Ny. Amin memiliki usaha penjahitan yang diberi nama ”PENJAHIT HALUS” . Selama ini tidak pernah dilakukan pembukuan atas transaksi keuangannya. Ketika bertemu Anda, beliau menyampaikan keinginannya untuk mengadministrasikan  transaksi keuangannya dengan tertib. Anda diminta untuk membantu melaksanakan administrasi keuangan tersebut. Data keuangan dan transaksinya selama tahun 2006 yang diberikan kepada Anda adalah sebagai berikut.
(a)    keadaan tanggal 1 Januari 2006: uang tunai Rp 250.000,00; perlengkapan Rp 175.000,00; mesin jahit Rp 900.000,00; kios tempat menjahit Rp 1.000.000,00.
(b)   Semua transaksi yang dilakukan tunai dan  telah dijumlahkan, selama tahun tersebut adalah: (1) pembelian perlengkapan Rp 100.000,00, (2) upah karyawannya Rp 250.000,00, (3) membayar listrik Rp 38.500,00; (4) ongkos perbaikan mesin Rp 10.000,00; (5) hadiah atas pembelian perlengkapan Rp 5.000,00 (6) hasil jasa menjahit Rp 1.725.000,00; (7) perlengkapan dipakai Rp 125.000,00 dan (8) ongkos memperbaiki kios Rp 6.500,00
(c)    Anda diminta untuk menyusunkan: (1) neraca per 1 Januari 2006; (2) persamaan akuntansi untuk semua transaksi tersebut, dan (3) laporan keuangan selama tahun 2006 berupa: (a) laporan laba rugi; (b) Laporan perubahan modal, dan (c) neraca.
(d)   Anda juga diminta memberikan saran apa yang perlu dibenahi untuk mengembangkan usaha tersebut!
  1. Usaha pijit bu Siti selama 2 (dua) bulan pertama tahun 2006 melaksanakan transaksi berikut ini:
1/1 menyetorkan uang tunai Rp 35.000,00; perlengkapan senilai Rp 8.000,00 dan peralatan seharga Rp 50.000,00 untuk modal awal
2/1 menerima hasil jasa pijat Rp 15.000,00
5/1 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
10/1 membeli tunai perlengkapan Rp 20.000,00
20/1 menerima hasil jasa pijat Rp 45.000,00
29/1 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
31/1 membayar upah tukang pijat Rp 15.000,00
2/2 menerima hasil jasa pijat Rp 15.000,00
8/2 membeli perlengkapan Rp 50.000,00
10/2 menerima hasil jasa pijat Rp 60.000,00
15/2 membayar ongkos perawatan peralatan Rp 5.000,00
20/2 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
26/2 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
28/2 memperhitungkan nilai sisa perlengkapan tinggal Rp 10.000,00
Anda diminta membantu untuk:
(1)   menyusun neraca awal
(2)   menyusun persamaan dasar akuntansi untuk semua transaksi di atas
(3)   menyusun laporan keuangan per 28 Pebruari 2007 berupa: laporan laba rugi; laporan perubahan modal, dan neraca

  1. Data keuangan ”BENGKEL SEMUA MOBIL” per 31 desember 2006 sebagai berikut:
(1) uang tunai                          Rp 500.000,00
(2) piutang usaha                     Rp 350.000,00
(3) perlengkapan bengkel        Rp 325.000,00
(4) peralatan                            Rp 800.000,00
(5) gudang tempat bengkel     Rp 975.000,00
(6) hutang usaha                      Rp 100.000,00
(7) pendapatan                        Rp 1.435.000,00
(8) biaya perlengkapan            Rp 150.000,00
(9) Gaji karyawan                   Rp 400.000,00
(10) hadiah dari sponsor         Rp 100.000,00
(11) biaya bunga                     Rp 6.250,00
(12) biaya lain-lain                  Rp 14.000,00
(13) pendapatan lain-lain        Rp 25.000,00
(14) modal                               Rp 1.860.250,00                    
            Anda diminta untuk menyusunkan laporan keuangan per 31 Desember 2006 yang berupa: (a) laporan laba rugi; (b) Laporan Perubahan modal; dan (c) neraca



SELAMAT BEKERJA
Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Boruto : Naruto Next Generation Episode 42

Boruto: Naruto Next Generations juga dikenal hanya sebagai Boruto, manga seri jepang yang ditulis oleh Ukyō Kodachi dan diilustrasikan...